Kuningan – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuningan menggelar kegiatan doa bersama dalam rangka pembangunan lantai 2 gedung kampus pada Kamis (26/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum spiritual sekaligus simbol komitmen bersama dalam mendorong kemajuan institusi menuju arah yang lebih progresif.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan STAI Kuningan, perwakilan dari Syntax Corporation Indonesia (SCI Group), serta civitas akademika. Dalam suasana khidmat, doa bersama dipanjatkan agar proses pembangunan berjalan lancar, diberi kemudahan, serta membawa keberkahan bagi seluruh pihak.
Ketua STAI Kuningan, Dr. Dedy Setiawan, M.E, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan lantai 2 bukan sekadar pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, pembangunan ini merupakan upaya untuk membangun insan yang bermanfaat, memperkuat butir-butir ilmu, serta menciptakan ekosistem sosial yang lebih baik.
“Pembangunan ini bukan hanya tentang gedung, tetapi tentang membangun manusia dan peradaban. Kita sangat bersyukur atas amanah yang diberikan serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk SCI Group,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran tamu dari SCI Group yang dinilai mampu membangkitkan semangat seluruh civitas akademika. Selain itu, disebutkan bahwa pembangunan ini juga didukung oleh wakaf tanah yang membentang di area kampus.
Presiden Direktur SCI Group, Chiska Nova Harsela, M.P, menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan STAI Kuningan. Ia mengungkapkan bahwa SCI Group memiliki visi besar untuk membangun 300 sekolah dan 300 perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya memajukan peradaban pendidikan.
“SCI Group akan terus berkomitmen mendukung kemajuan pendidikan, termasuk STAI Kuningan sebagai bagian dari ekosistem besar ini,” ujarnya.
Sementara itu, Komisaris Muda SCI Group, Dr. Abdurokhim, M.M, memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri/Swasta (PTKIN/PTKIS), di antaranya kualitas lulusan yang belum terserap optimal di sektor syariah, keterbatasan SDM, kelembagaan yang masih cenderung tradisional, lemahnya kemandirian finansial, serta kurangnya jaringan internasional.
Ia menekankan pentingnya transformasi menyeluruh yang tidak hanya sebatas perubahan nama lembaga, tetapi juga mencakup perubahan fundamental, yaitu transformasi mikro, makro, dan global untuk meningkatkan reputasi internasional.
“Perubahan harus terus berjalan. Kita harus berani membandingkan diri dengan universitas lain di berbagai sektor,” tegasnya.
Presiden Komisaris SCI Group sekaligus Ketua Yayasan Darul Ulum Indonesia, Dr. H. Taufik Ridwan, M.Hum, dalam arahannya menekankan pentingnya momentum dalam perubahan. Ia mengingatkan bahwa keterlambatan dalam mengambil momentum akan berdampak pada lambatnya perkembangan institusi.
Ia juga menyoroti pentingnya meneladani kemajuan negara lain dalam bidang teknologi dan sains, serta mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama melakukan perubahan secara total dengan niat lillahi ta’ala.
“Hidup itu momentum. Jika momentum tidak kita ambil, maka kita akan tertinggal. Tahun ini harus menjadi tahun perubahan total bagi STAI Kuningan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pembangunan harus diiringi dengan komitmen dalam perawatan, karena biaya dan proses perawatan jauh lebih besar dibandingkan pembangunan itu sendiri. Ia pun berharap seluruh civitas akademika dan keluarga besar SCI Group dapat menumbuhkan rasa memiliki dan mencintai gedung STAI Kuningan.
Kegiatan doa bersama ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam proses pembangunan lantai 2, serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan transformasi STAI Kuningan menuju institusi yang unggul, modern, dan berdaya saing global.
