STAI Kuningan Resmi Buka KPST 2026, Mahasiswa Siap Mengabdi di Tiga Kecamatan Kabupaten Kuningan

Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, STAI Kuningan menggelar kegiatan Pembukaan dan Pembekalan KPST (Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat) Tahun 2026 Angkatan 2.0. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 2–3 Juli 2026, bertempat di Gedung Utama STAI Kuningan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa semester 6 dari Program Studi Ekonomi Syariah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI). Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian pembekalan sebagai bekal sebelum melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua PPPM STAI Kuningan, Muhammad Permadi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan KPST Tahun 2026 akan tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Cipicung, Kecamatan Ciawigebang, dan Kecamatan Kalimanggis.

Selain itu, beliau juga menginformasikan bahwa terdapat satu kelompok mahasiswa STAI Kuningan yang akan mengikuti KKN Kolaboratif bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Kuningan. Program tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman, membangun jejaring, serta belajar berkolaborasi dengan mahasiswa dari kampus lain dalam menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga: Perkuat Mutu Pendidikan, STAI Kuningan Laksanakan Benchmarking ke UIN Siber Syekh Nurjati

Setelah sambutan dari Ketua PPPM, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi KPST Tahun 2026 oleh Ketua STAI Kuningan, Dr. Dedy Setiawan, M.E.

Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kegiatan KPST bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama berada di lokasi pengabdian akan menjadi bekal yang sangat berharga, baik untuk kehidupan bermasyarakat maupun ketika memasuki dunia kerja.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Dedy Setiawan juga menyampaikan empat prinsip yang harus menjadi pegangan mahasiswa saat turun ke masyarakat. Keempat prinsip tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman dalam bersikap, berkomunikasi, dan menjalankan setiap program kerja selama pelaksanaan KPST.

Beliau mengingatkan agar mahasiswa mampu menjaga nama baik almamater, menghormati adat dan budaya setempat, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menjadi pribadi yang mampu memberikan manfaat melalui ilmu yang dimiliki.

Selama dua hari pembekalan, peserta juga mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan pelaksanaan KPST, mulai dari teknis kegiatan, penyusunan program kerja, etika bermasyarakat, hingga strategi membangun kerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para mahasiswa terlihat aktif mengikuti setiap sesi, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait pelaksanaan KPST di lokasi masing-masing. Antusiasme tersebut menunjukkan kesiapan mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam kehidupan nyata.

Melalui kegiatan pembukaan dan pembekalan ini, STAI Kuningan berharap seluruh peserta KPST Tahun 2026 dapat melaksanakan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik kampus, serta mampu menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

KPST bukan hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan dan masyarakat. Pengalaman inilah yang diharapkan mampu membentuk lulusan STAI Kuningan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan siap memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Tinggalkan komentar