Apa Itu State of The Art dalam Penelitian? Penjelasan Lengkap untuk Mahasiswa

“Coba tambahkan State of The Art penelitianmu.”

Kalau kamu sedang menyusun proposal skripsi, tesis, atau artikel ilmiah, mungkin pernah mendapat komentar seperti itu dari dosen pembimbing.

Lalu kamu mulai bertanya-tanya,

“Bukannya saya sudah membuat penelitian terdahulu? Kenapa masih diminta membuat State of The Art?”

Tenang, kamu tidak sendirian.

Banyak mahasiswa yang masih menganggap State of The Art, penelitian terdahulu, dan research gap adalah hal yang sama. Padahal, ketiganya memiliki fungsi yang berbeda.

Kabar baiknya, konsep State of The Art sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Kalau sudah memahami cara kerjanya, justru bagian ini bisa membuat proposal penelitianmu terlihat lebih kuat dan lebih meyakinkan di mata dosen.

Yuk, kita bahas satu per satu dengan bahasa yang santai dan mudah dipahami.

Apa Itu State of The Art?

Secara sederhana, State of The Art adalah gambaran mengenai perkembangan terbaru dari suatu topik penelitian berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

Kalau diterjemahkan secara bebas, State of The Art berarti:

“Posisi terkini dari perkembangan ilmu pengetahuan pada suatu bidang.”

Artinya, kamu tidak hanya menunjukkan bahwa sudah ada penelitian sebelumnya, tetapi juga menjelaskan:

  • Apa yang sudah diketahui?
  • Apa yang sudah diteliti?
  • Bagaimana perkembangan penelitian tersebut?
  • Apa yang masih menjadi tantangan?
  • Di mana posisi penelitianmu?

Jadi, State of The Art membantu pembaca memahami kondisi terbaru dari topik yang sedang kamu teliti.

Kenapa State of The Art Penting?

Bayangkan kamu ingin membangun sebuah rumah.

Tentu kamu perlu tahu kondisi tanahnya terlebih dahulu.

Apakah sudah ada bangunan?

Apakah lahannya kosong?

Apakah perlu direnovasi?

Begitu juga dalam penelitian.

Sebelum melakukan penelitian baru, kamu harus mengetahui “peta” penelitian yang sudah ada.

Itulah fungsi State of The Art.

Dengan menyusun State of The Art, kamu menunjukkan bahwa penelitianmu lahir dari pemahaman terhadap perkembangan ilmu, bukan sekadar memilih judul secara acak.

Apa Tujuan Membuat State of The Art?

Ada beberapa tujuan utama.

1. Menunjukkan Perkembangan Penelitian

Pembaca dapat mengetahui bagaimana topik tersebut berkembang dari waktu ke waktu.

2. Menghindari Penelitian yang Berulang

Dengan memahami penelitian sebelumnya, kamu tidak akan mengulang penelitian yang sama tanpa memberikan kontribusi baru.

3. Menemukan Celah Penelitian

Saat menyusun State of The Art, biasanya kamu akan menemukan bagian yang belum banyak dikaji.

Di sinilah nantinya muncul research gap.

4. Memperkuat Alasan Penelitian

Penelitianmu menjadi lebih meyakinkan karena memiliki dasar akademik yang jelas.

Apa Bedanya State of The Art, Penelitian Terdahulu, dan Research Gap?

Banyak mahasiswa masih tertukar antara ketiga istilah ini.

Supaya lebih mudah dipahami, lihat tabel berikut.

IstilahFokus
Penelitian TerdahuluMenjelaskan hasil beberapa penelitian sebelumnya.
State of The ArtMenganalisis perkembangan penelitian secara menyeluruh dan menunjukkan posisi penelitian saat ini.
Research GapMenjelaskan celah atau kekurangan penelitian sebelumnya yang akan diisi oleh penelitian baru.

Singkatnya:

Penelitian terdahulu → State of The Art → Research Gap

Ketiga bagian ini saling berkaitan.

Apa Isi State of The Art?

Biasanya State of The Art berisi beberapa hal berikut.

  • Ringkasan penelitian terbaru.
  • Perbandingan beberapa penelitian.
  • Persamaan hasil penelitian.
  • Perbedaan hasil penelitian.
  • Tren penelitian.
  • Metode yang paling sering digunakan.
  • Variabel yang paling banyak diteliti.
  • Kelemahan penelitian sebelumnya.
  • Peluang penelitian berikutnya.

Jadi, bukan hanya merangkum jurnal satu per satu.

Yang lebih penting adalah menganalisis hubungan antarpenelitian.

Cara Membuat State of The Art

Supaya lebih mudah, ikuti langkah berikut.

1. Tentukan Topik Penelitian

Misalnya kamu meneliti:

Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Topik ini akan menjadi fokus pencarian literatur.

2. Cari Jurnal Terbaru

Gunakan jurnal lima tahun terakhir.

Semakin baru referensinya, semakin baik.

Cari dari:

  • Google Scholar.
  • Portal Garuda.
  • SINTA.
  • DOAJ.
  • Repository kampus.

Usahakan membaca minimal 15–20 jurnal yang benar-benar relevan.

3. Kelompokkan Penelitian

Misalnya hasil pencarian menunjukkan:

Kelompok pertama membahas AI untuk meningkatkan hasil belajar.

Kelompok kedua membahas AI sebagai media pembelajaran.

Kelompok ketiga membahas persepsi guru terhadap AI.

Pengelompokan ini akan memudahkanmu melihat pola penelitian.

4. Analisis Polanya

Perhatikan beberapa hal.

  • Topik apa yang paling sering diteliti?
  • Metode apa yang paling banyak digunakan?
  • Objek penelitian paling umum?
  • Apa hasil yang sering muncul?
  • Apa yang belum banyak dibahas?

Dari sinilah State of The Art mulai terbentuk.

5. Jelaskan Posisi Penelitianmu

Terakhir, jelaskan kontribusi penelitianmu.

Misalnya:

Penelitian sebelumnya banyak membahas penggunaan AI pada mata pelajaran umum. Namun, penelitian mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di madrasah masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai implementasi AI dalam pembelajaran PAI.

Kalimat seperti ini sudah menunjukkan posisi penelitianmu.

Contoh State of The Art

Misalnya topik penelitianmu adalah:

Motivasi Belajar Siswa Menggunakan Media Canva.

Contoh sederhana:

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Canva mampu meningkatkan kualitas media pembelajaran dan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Sebagian besar penelitian dilakukan pada mata pelajaran umum dengan pendekatan kuantitatif. Sementara itu, kajian mengenai penggunaan Canva dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, khususnya yang berfokus pada motivasi belajar siswa di tingkat madrasah, masih relatif terbatas. Kondisi ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut pada konteks tersebut.

Contoh di atas tidak hanya merangkum jurnal, tetapi juga menunjukkan arah perkembangan penelitian.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Mahasiswa

Supaya State of The Art lebih berkualitas, hindari beberapa kesalahan berikut.

Hanya Merangkum Jurnal

Jangan sekadar menulis:

“Penelitian A mengatakan…”

“Penelitian B mengatakan…”

Yang lebih penting adalah membandingkan dan menganalisis.

Menggunakan Referensi Lama

Kalau memungkinkan, gunakan jurnal terbaru agar perkembangan penelitian yang kamu jelaskan benar-benar mencerminkan kondisi terkini.

Tidak Menunjukkan Posisi Penelitian

Di akhir State of The Art, pembaca harus tahu apa kontribusi penelitianmu.

Tidak Menghubungkan dengan Research Gap

State of The Art seharusnya mengantarkan pembaca menuju research gap.

Kalau keduanya tidak saling berkaitan, alur penelitian menjadi kurang kuat.

Tips Membuat State of The Art yang Disukai Dosen

Kalau ingin bagian ini terlihat lebih akademis, lakukan beberapa hal berikut.

  • Gunakan jurnal terbaru.
  • Bandingkan minimal 10–20 penelitian.
  • Kelompokkan berdasarkan tema.
  • Analisis persamaan dan perbedaannya.
  • Jelaskan tren penelitian.
  • Tunjukkan posisi penelitianmu.

Jangan hanya menulis ulang isi jurnal. Tugasmu adalah menganalisis, bukan sekadar merangkum.

FAQ

Apakah State of The Art wajib ada dalam skripsi?

Tidak semua kampus mewajibkan bagian khusus State of The Art. Namun, banyak dosen mengharapkan analisis perkembangan penelitian, baik dalam bab tinjauan pustaka maupun latar belakang, terutama untuk memperkuat landasan penelitian.

Berapa jumlah jurnal yang ideal?

Tidak ada aturan baku. Namun, sekitar 15–20 jurnal yang relevan dan terbaru biasanya sudah cukup untuk menyusun State of The Art yang baik.

Apakah State of The Art sama dengan penelitian terdahulu?

Tidak. Penelitian terdahulu hanya menjelaskan hasil penelitian sebelumnya, sedangkan State of The Art menganalisis perkembangan penelitian secara keseluruhan dan menunjukkan posisi penelitian yang akan dilakukan.

Apakah State of The Art harus menggunakan jurnal internasional?

Tidak harus. Namun, mengombinasikan jurnal nasional dan internasional akan membuat analisis lebih kaya dan memberikan gambaran perkembangan penelitian yang lebih luas.

Di bagian mana State of The Art ditulis?

Tergantung pedoman kampus. Umumnya, State of The Art ditempatkan pada bab tinjauan pustaka atau menjadi bagian dari pembahasan penelitian terdahulu yang dianalisis secara kritis.

Penutup

Memahami State of The Art dalam penelitian akan membantu kamu menyusun proposal skripsi yang lebih kuat, sistematis, dan memiliki dasar ilmiah yang jelas. Bagian ini bukan sekadar kumpulan ringkasan jurnal, tetapi sebuah analisis yang menunjukkan bagaimana penelitian berkembang, apa yang sudah diketahui, dan di mana posisi penelitianmu dalam perkembangan tersebut.

Mulailah membiasakan diri membaca jurnal secara kritis, bukan hanya mencari kutipan. Semakin banyak literatur yang kamu pahami, semakin mudah menemukan pola, tren, dan peluang penelitian baru. Dari situlah State of The Art yang berkualitas akan terbentuk.

Ingin belajar lebih banyak tentang penelitian dan skripsi? Ikuti terus artikel kami yang membahas metodologi penelitian, cara mencari research gap, menyusun proposal skripsi, menentukan judul penelitian, hingga tips menghadapi seminar proposal dan sidang dengan bahasa yang ringan, mudah dipahami, dan relevan bagi mahasiswa.

Tinggalkan komentar