Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuningan menyelenggarakan Workshop Kompetensi Dosen dengan tema “Workforce Agility for Lecturers” pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di Gedung STAI Kuningan, mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen STAI Kuningan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme pendidik di lingkungan kampus.
Workshop ini menghadirkan Prof. Dr. Dra. Hardani Widhihastuti, MM., Psikolog, selaku Ketua Senat Universitas Semarang, sebagai narasumber utama. Kegiatan dipandu oleh Muhammad Ifan Fauzi, M.Psi., atau yang akrab disapa Kak Ifan, Direktur Training Center Selaras by STAIKU, sebagai moderator.
Komitmen STAI Kuningan Tingkatkan Kompetensi Dosen
Kegiatan workshop dibuka dengan sambutan dari Ketua STAI Kuningan, Dedy Setiawan, M.E. Dalam sambutannya, beliau memaparkan profil STAI Kuningan serta arah pengembangan institusi ke depan.
Ia menegaskan bahwa dosen memegang peran strategis dalam menjaga mutu akademik dan mencetak lulusan yang unggul serta berdaya saing. Oleh karena itu, workshop ini menjadi momentum penting bagi dosen STAI Kuningan untuk memperkuat kapasitas diri dan kesiapan menghadapi dinamika dunia pendidikan.
Workforce Agility sebagai Kunci Dosen Adaptif
Dalam sesi utama, Prof. Hardani Widhihastuti menyampaikan materi secara komprehensif mengenai workforce agility bagi dosen. Ia menjelaskan bahwa agility atau kelincahan kerja bukan sekadar kemampuan beradaptasi, tetapi juga mencakup kesiapan mental, fleksibilitas berpikir, serta kecepatan dalam merespons perubahan.
Menurutnya, dosen di era saat ini tidak cukup hanya menguasai bidang keilmuan. Dosen juga perlu memiliki kemampuan untuk belajar ulang, berinovasi, serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter mahasiswa dan perkembangan teknologi.
“Dosen yang agile adalah dosen yang mampu membaca perubahan, menyesuaikan diri, dan tetap menjaga nilai-nilai akademik serta etika profesi,” ungkapnya.
Pembahasan Tugas dan Tanggung Jawab Dosen
Selain membahas agility, narasumber juga mengulas secara mendalam mengenai tugas dan tanggung jawab dosen dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi. Prof. Hardani menekankan bahwa peran dosen tidak hanya terbatas pada kegiatan mengajar, tetapi juga mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembinaan karakter mahasiswa.
Ia mengajak para dosen untuk merefleksikan kembali perannya sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan bagi mahasiswa. Menurutnya, dosen memiliki fungsi strategis dalam membentuk budaya akademik yang sehat dan produktif di lingkungan kampus.
Diskusi Interaktif Bersama Peserta
Workshop berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para dosen STAI Kuningan tampak antusias menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan peran sebagai dosen.
Diskusi ini memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya agility dalam dunia akademik serta membuka ruang refleksi untuk pengembangan diri ke depan.
Baca juga: STAI Kuningan Resmi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru TA 2026/2027
Upaya Berkelanjutan STAI Kuningan
Melalui kegiatan workshop ini, STAI Kuningan menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya dosen. Workshop ini diharapkan mampu memberikan bekal pengetahuan dan motivasi bagi dosen untuk terus berkembang secara profesional dan adaptif.
Ke depan, STAI Kuningan berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pengembangan kompetensi dosen yang relevan dengan kebutuhan zaman, guna mendukung terciptanya lingkungan akademik yang unggul dan berdaya saing.
Penutup
Workshop Kompetensi Dosen bertema “Workforce Agility for Lecturers” menjadi langkah strategis STAI Kuningan dalam memperkuat peran dosen sebagai motor penggerak mutu pendidikan tinggi. Dengan menghadirkan narasumber berpengalaman dan melibatkan seluruh dosen, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan institusi dan kualitas pembelajaran di STAI Kuningan.
