Judul Skripsi Ditolak Terus? Masalahnya Bukan di Judulnya

Banyak mahasiswa merasa buntu saat judul skripsinya ditolak berkali-kali. Setiap kali mengajukan, selalu ada catatan. Terlalu luas, kurang fokus, data sulit, atau tidak sesuai minat dosen. Lama-lama muncul pikiran, “Mungkin aku memang tidak mampu.”. Padahal dalam banyak kasus, masalahnya bukan pada judul skripsi itu sendiri.

Tidak Paham Masalah Penelitian yang Ingin Diangkat

Judul hanya pintu masuk. Yang dinilai dosen adalah pemahaman mahasiswa terhadap masalah yang ingin diteliti. Banyak mahasiswa mengajukan judul yang terlihat rapi, tetapi tidak bisa menjelaskan kenapa topik itu penting.

Saat dosen bertanya latar belakang dan urgensi, jawabannya masih umum. Akhirnya judul ditolak, bukan karena jelek, tetapi karena belum punya dasar yang kuat.

Mengikuti Judul Orang Lain Tanpa Benar-Benar Mengerti

Banyak mahasiswa mengambil judul dari kakak tingkat, jurnal, atau internet. Secara struktur terlihat aman. Namun saat diminta menjelaskan variabel, metode, atau arah penelitian, mahasiswa kebingungan.

Dosen mudah menangkap apakah judul itu benar-benar dipahami atau hanya ditiru. Penolakan sering muncul di titik ini.

Tujuan Penelitian Belum Jelas

Judul yang baik selalu punya tujuan yang jelas. Masalahnya, banyak mahasiswa belum tahu ingin menemukan apa dari penelitiannya.

Tanpa tujuan yang spesifik, judul akan terus berubah. Dosen kesulitan membimbing karena arah penelitian belum terlihat.

Terlalu Takut Salah Sejak Awal

Ketakutan membuat mahasiswa bermain aman. Judul dibuat terlalu umum agar terlihat aman, tetapi justru menjadi tidak menarik dan sulit dibimbing.

Dosen lebih menghargai mahasiswa yang mau belajar dan terbuka pada perbaikan daripada yang terlihat rapi tetapi pasif.

Kurang Komunikasi dengan Dosen Pembimbing

Judul sering ditolak karena komunikasi tidak berjalan dua arah. Mahasiswa hanya menunggu koreksi tanpa benar-benar berdiskusi.

Dosen ingin melihat proses berpikir, bukan hanya hasil akhir. Tanpa komunikasi yang jelas, dosen akan terus meminta revisi.

Belum Siap Secara Mental

Menulis skripsi bukan hanya soal akademik, tetapi juga mental. Mahasiswa yang mudah cemas dan ragu akan kesulitan mempertahankan judulnya.

Sedikit masukan terasa seperti penolakan besar. Padahal revisi adalah bagian normal dari proses.

Judul Ditolak Bukan Berarti Kamu Gagal

Penolakan judul bukan tanda kamu bodoh atau tidak layak menulis skripsi. Itu tanda bahwa proses berpikirmu masih perlu diasah.

Saat kamu mulai memahami masalah penelitian, tujuan, dan alur berpikir, judul akan mengikuti dengan sendirinya.

Skripsi bukan tentang menemukan judul sempurna. Skripsi tentang proses belajar berpikir secara runtut dan bertanggung jawab.

Tinggalkan komentar