Masih Bingung Mencari Research Gap? Ikuti 7 Langkah Praktis Ini

Masih bingung mencari research gap untuk skripsi? Simak 7 langkah praktis menemukan research gap dari jurnal, penelitian terdahulu, hingga menentukan kebaruan penelitian.

Masih Bingung Mencari Research Gap? Ikuti 7 Langkah Praktis Ini

“Saya sudah punya judul skripsi, tapi belum menemukan research gap.”

Kalimat seperti ini sangat sering dialami mahasiswa yang sedang menyusun proposal penelitian.

Judul sudah ada.

Referensi mulai terkumpul.

Namun saat dosen bertanya:

“Apa gap penelitian kamu?”

Tiba-tiba bingung harus menjawab apa.

Tenang, kamu tidak sendiri.

Mencari research gap memang menjadi salah satu bagian yang cukup menantang dalam proses penyusunan skripsi. Banyak mahasiswa merasa harus menemukan sesuatu yang benar-benar baru dan belum pernah diteliti siapa pun.

Padahal, kenyataannya tidak seperti itu.

Research gap bukan berarti kamu harus menemukan topik yang belum pernah ada di dunia penelitian. Kamu hanya perlu menemukan celah, kekurangan, perbedaan, atau bagian yang masih perlu dikaji lebih dalam dari penelitian sebelumnya.

Lalu, bagaimana cara menemukannya?

Berikut 7 langkah praktis mencari research gap untuk skripsi yang bisa langsung kamu praktikkan.

Apa Itu Research Gap?

Sebelum mencari research gap, pahami dulu konsep dasarnya.

Research gap adalah celah atau ruang kosong dalam penelitian sebelumnya yang masih membutuhkan penelitian lanjutan.

Celah tersebut bisa muncul karena:

  • Penelitian sebelumnya memiliki hasil yang berbeda.
  • Ada variabel yang belum dikaji.
  • Ada objek penelitian yang berbeda.
  • Ada metode yang belum digunakan.
  • Ada kondisi terbaru yang belum diteliti.

Sederhananya, research gap menjawab pertanyaan:

“Apa yang belum selesai dibahas oleh penelitian sebelumnya?”

Jawaban dari pertanyaan tersebut menjadi alasan mengapa penelitianmu perlu dilakukan.

Baca juga: Deg-degan Menjawab Pertanyaan Sidang Skripsi? Ini Tips Menghadapinya

Langkah 1: Tentukan Topik Penelitian yang Spesifik

Kesalahan pertama mahasiswa saat mencari research gap adalah memilih topik yang terlalu luas.

Contohnya:

❌ Pendidikan Islam

Terlalu luas.

Akan lebih mudah jika dipersempit menjadi:

✅ Penggunaan Media Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah.

Atau:

✅ Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa di Era Digital.

Semakin spesifik topiknya, semakin mudah kamu menemukan celah penelitian.

Langkah 2: Kumpulkan Banyak Jurnal yang Relevan

Research gap tidak bisa ditemukan hanya dengan membaca satu jurnal.

Kamu perlu membandingkan beberapa penelitian sebelumnya.

Minimal kumpulkan:

  • 10 jurnal nasional.
  • 5 jurnal internasional (jika memungkinkan).
  • Skripsi atau tesis yang relevan.
  • Buku pendukung.

Cari jurnal melalui:

  • Google Scholar.
  • Portal Garuda.
  • SINTA.
  • Repository perguruan tinggi.

Jangan hanya mencari jurnal yang judulnya sama persis dengan penelitianmu.

Cari jurnal yang masih satu tema.

Misalnya kamu ingin meneliti:

Pengaruh AI terhadap motivasi belajar mahasiswa.

Kamu bisa mencari:

  • AI dalam pendidikan.
  • Teknologi pembelajaran.
  • Motivasi belajar mahasiswa.
  • Digital learning.

Dari berbagai sumber itulah pola penelitian mulai terlihat.

Langkah 3: Buat Tabel Perbandingan Penelitian Terdahulu

Ini adalah cara sederhana tetapi sangat membantu.

Buat tabel seperti berikut:

PenelitiTahunJudulMetodeHasilKekurangan
Ahmad2023Media Digital dalam PembelajaranKuantitatifBerpengaruhBelum membahas PAI
Siti2024Teknologi PendidikanKualitatifMembantu pembelajaranLokasi berbeda

Dari tabel tersebut, kamu bisa melihat:

  • Apa yang sudah diteliti.
  • Apa yang belum diteliti.
  • Bagian mana yang bisa kamu kembangkan.

Biasanya research gap mulai terlihat ketika kamu membandingkan beberapa penelitian.

Langkah 4: Cari Perbedaan Hasil Penelitian

Salah satu research gap yang paling mudah ditemukan adalah perbedaan hasil penelitian.

Misalnya:

Penelitian A menyebutkan bahwa media digital meningkatkan motivasi belajar siswa.

Namun penelitian B menemukan bahwa media digital tidak selalu memberikan pengaruh signifikan.

Nah, perbedaan hasil tersebut menjadi peluang penelitian baru.

Kamu bisa meneliti lebih lanjut:

  • Mengapa hasilnya berbeda?
  • Apakah faktor lokasi memengaruhi?
  • Apakah karakter responden berbeda?

Perbedaan hasil penelitian adalah salah satu sumber research gap yang kuat.

Langkah 5: Perhatikan Keterbatasan Penelitian Sebelumnya

Setiap penelitian pasti memiliki keterbatasan.

Biasanya peneliti menuliskan bagian ini pada:

  • Kesimpulan.
  • Saran penelitian.
  • Pembahasan akhir.

Contohnya:

Penelitian ini hanya dilakukan pada siswa SMA sehingga penelitian berikutnya dapat dilakukan pada jenjang pendidikan berbeda.

Nah, kalimat seperti itu bisa menjadi peluang penelitian.

Kamu bisa mengambil objek:

  • SMP.
  • MTs.
  • Perguruan tinggi.
  • Pesantren.

Jangan lewatkan bagian saran penelitian karena sering kali ide skripsi baru muncul dari sana.

Langkah 6: Hubungkan dengan Fenomena Terbaru

Dunia terus berubah.

Begitu juga dunia pendidikan.

Hal yang dulu belum menjadi perhatian, sekarang bisa menjadi topik penelitian menarik.

Contohnya:

Beberapa tahun lalu, AI belum banyak digunakan dalam pendidikan.

Namun saat ini muncul berbagai pertanyaan:

  • Bagaimana penggunaan AI oleh mahasiswa?
  • Apakah AI membantu proses belajar?
  • Bagaimana pandangan dosen terhadap AI?

Fenomena baru seperti ini bisa menjadi sumber research gap.

Beberapa topik yang sedang berkembang:

  • Artificial Intelligence (AI).
  • Pembelajaran digital.
  • Literasi digital.
  • Kurikulum Merdeka.
  • Pendidikan karakter.
  • Moderasi beragama.
  • Pembelajaran berbasis teknologi.

Langkah 7: Rumuskan Research Gap dalam Satu Paragraf

Setelah menemukan celah penelitian, jangan berhenti hanya dalam catatan.

Tuangkan dalam bentuk paragraf.

Contoh:

Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu, penggunaan media digital telah banyak dikaji dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada mata pelajaran umum dan jenjang pendidikan tertentu. Penelitian mengenai penggunaan media digital dalam meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam pada tingkat madrasah masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh media digital terhadap motivasi belajar PAI.

Paragraf tersebut sudah menunjukkan:

  • Penelitian sebelumnya.
  • Kekurangan penelitian lama.
  • Letak kebaruan penelitian.
  • Alasan penelitian dilakukan.

Contoh Research Gap Sederhana untuk Skripsi

Misalnya judul:

“Pengaruh Penggunaan Quizizz terhadap Motivasi Belajar PAI Siswa.”

Penelitian sebelumnya:

  • Banyak membahas Quizizz terhadap hasil belajar.
  • Banyak dilakukan pada mata pelajaran umum.
  • Lebih sering dilakukan pada tingkat SMA.

Research gap:

Masih terbatas penelitian yang mengkaji penggunaan Quizizz terhadap motivasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di tingkat SMP atau madrasah.

Dari sini, penelitian baru memiliki alasan yang jelas.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mencari Research Gap

Agar tidak salah langkah, hindari beberapa hal berikut:

1. Menganggap Research Gap Harus 100% Baru

Tidak harus.

Menambahkan sudut pandang baru juga sudah termasuk kontribusi penelitian.

2. Hanya Mengandalkan Satu Jurnal

Satu jurnal tidak cukup untuk melihat celah penelitian.

Bandingkan beberapa penelitian.

3. Mencari Judul Dahulu Tanpa Membaca Literatur

Judul sebaiknya muncul setelah memahami kondisi penelitian sebelumnya.

4. Menulis “Belum Ada Penelitian yang Membahas…”

Kalimat tersebut harus hati-hati.

Pastikan kamu benar-benar melakukan pencarian literatur terlebih dahulu.

Lebih aman menggunakan:

“Masih terbatas penelitian yang membahas…”

Tips Cepat Menemukan Research Gap untuk Mahasiswa

Kalau ingin lebih cepat, coba gunakan strategi berikut:

✅ Pilih satu topik yang kamu minati.
✅ Cari 20 jurnal terbaru.
✅ Buat tabel penelitian terdahulu.
✅ Tandai persamaan dan perbedaannya.
✅ Cari bagian keterbatasan penelitian.
✅ Hubungkan dengan kondisi terbaru.
✅ Susun alasan kenapa penelitianmu penting.

Dengan cara ini, research gap tidak lagi terasa seperti sesuatu yang sulit.

FAQ

Apakah research gap wajib ada dalam skripsi?

Ya. Research gap membantu menjelaskan alasan mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan dan apa kontribusinya.

Berapa jurnal yang harus dibaca untuk menemukan research gap?

Tidak ada jumlah pasti, tetapi membaca 15–20 jurnal relevan dapat membantu melihat pola dan menemukan celah penelitian.

Apakah judul yang sama dengan penelitian sebelumnya boleh digunakan?

Boleh dengan catatan penelitianmu memiliki perbedaan seperti objek, lokasi, variabel, metode, atau konteks penelitian.

Apakah research gap harus ditulis di BAB I?

Umumnya research gap dijelaskan dalam latar belakang BAB I sebagai dasar mengapa penelitian dilakukan.

Bagaimana jika sulit menemukan research gap?

Mulailah dengan membaca bagian hasil, kesimpulan, dan saran penelitian terdahulu. Biasanya celah penelitian tersembunyi di bagian tersebut.

Penutup

Mencari research gap untuk skripsi memang membutuhkan latihan dan kesabaran. Namun, proses ini akan jauh lebih mudah jika kamu tidak hanya mencari judul, tetapi benar-benar memahami penelitian yang sudah ada.

Ingat, penelitian yang baik bukan selalu penelitian dengan topik yang paling baru. Penelitian yang baik adalah penelitian yang mampu menemukan celah, memberikan sudut pandang berbeda, dan menjawab masalah yang belum terselesaikan.

Mulailah dari membaca jurnal hari ini. Catat hal-hal yang berbeda, pertanyaan yang belum terjawab, dan bagian yang masih bisa dikembangkan. Dari situlah ide penelitian berkualitas akan muncul.

Masih mencari inspirasi penelitian, judul skripsi, dan panduan akademik? Ikuti terus artikel kami yang membahas dunia skripsi, metodologi penelitian, cara membuat proposal, teknik mencari jurnal, hingga tips menghadapi seminar proposal dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami mahasiswa.

Tinggalkan komentar